1

Riana Meilia

Menekuni bisnis perhiasan mutiara kualitas tinggi, dilakukan Riana Meilia sejak tahun 2000 lalu. Sebelumnya ia hanya bergerak di bisnis mabe pearl halfer, perhiasan mutiara setengah bulat, juga mutiara biasa kualitas rendah. Namun bisnis itu tidak bisa berjalan lancar, selain karena persaingan ketat juga karena yang datang padanya menuntut agar dia meningkatkan grade (kualitas) dari mutiaranya.

“Saya sulit menjual yang low grade, makanya beralih ke top quality. Ternyata, penjualan justru bagus,” ungkap Riana yang membutuhkan waktu dua tahun untuk mempelajari seluk-beluk mutiara, sebelum secara serius masuk ke bisnis ini.

Nyatanya, memburu mutiara berkualitas tidaklah mudah. Butuh ketekunan dan ketelatenan tersendiri. Beda dengan mutiara biasa yang lebih mudah mencarinya. Tapi justru di situlah tantangannya. Dan tentu saja, hasilnya pun sepadan. “Saya mulai bisnis kecil-kecilan perhiasan mutiara berkualitas tinggi, ternyata hasilnya bagus. Para penggemar mutiara sejati, justru mencari yang benar-benar berkualitas. Karena itu saya condong menekuni bisnis perhiasan mutiara berkualitas tinggi dan itu berkembang bagus sampai sekarang,” kata Riana yang produk perhiasannya sudah diekspor ke mancanegara.

Diakuinya, persaingan di bisnis perhiasan mutiara ketat, karena itu selain mencari mutiara berkualitas, ia juga harus selalu inovatif produk, di antaranya, desain. Inovasi produk, misalnya, perhiasan bukan hanya mutiara tapi juga kulit kerang yang dikombinasikan entah dengan mutiara atau dengan batu-batu alam. “Tapi bukan kulit kerang bisa, melainkan kulit kerang kualitas super,” ujarnya sambil memperlihatkan perhiasan kulit kerang dengan warna warna alami yang menarik.

“Warna-warna ini asli, tidak ada cutting. Warna-warna kulit kerang ini, kemudian saya matching kan dengan batu-batu alam Kalimantan,” jelasnya. Nilai jual semakin meningkat karena ada perak yang dilapis dengan emas putih.

Dalam melahirkan produk, Riana paling anti memproduksi secara masal dengan desain yang sama. Karenanya desain-desain perhiasan yang ditawarkannya selain unik juga tidak ada yang sama. Riana memang sudah memilih jalurnya di bisnis perhiasan mutiara ini, karenanya dia berusaha mempertahankan ekslusivitas dari produknya. “Perhiasan model yang sama, memang paling saya hindari. Saya lebih suka yang limited produk, tidak ada kembarannya